Influencer Digital vs Influencer Konvensional

Influencer Digital vs Influencer Konvensional

Hal yang terpikirkan oleh orang awam di era milenial ini ketika mendengar kata ‘Influencer’ adalah seseorang yang terkenal di sosial media. Seseorang yang memiliki pengikut ribuan hingga jutaan yang kemudian dapat memberi pengaruh kepada masyarakat pengguna internet (netizen). Seseorang yang disebut selebgram, selebtiktok, youtuber, facebookers dan sebagainya. Influencer yang banyak dikenal oleh masyarakat umum saat ini di sebut juga influencer digital.

Tahukah kamu bahwa seseorang dapat disebut influencer meski tanpa sosial media atau platform online lainnya?

Merujuk pada pengertian influencer yaitu seseorang yang dapat memberi pengaruh terhadap masyarakat, seseorang dapat menjadi influencer meski tanpa sosial media karena tetap dapat memberi pengaruh kepada masyarakat secara luring (offline) atau disebut juga sebagai influencer konvensional. 

Perbedaan influencer digital dan konvensional adalah media yang digunakan dalam menyampaikan pesan untuk membuat pengaruh dan bentuk media yang disajikan. Influencer digital menggunakan media sosial dan platform online dalam menyampaikan pesannya. Influencer digital biasa mengemas materi yang disampaikan dalam bentuk foto, info grafis, video, artikel dan kapsi. Sedangkan Influencer konvensional menggunakan interaksi secara langsung dalam menyampaikan pesan, seperti melalui seminar, workshop, penawaran, rekomendasi langsung oleh ahli (untuk infuencer dengan profesi tertentu, seperti dokter menganjurkan obat tertentu), brosur, dan kegiatan lain dengan interaksi langsung.

Beriklan Jadi Lebih Mudah

Bagikan :